Sabtu, 21 Februari 2009

Bogor Street Festival


9 februari 2009.

Gw, sama beberapa temen akhirnya memutuskan pergi untuk ngelihat Bogor Street Festival, setelah sebelumnya sempet terancam batal karena ketidakjelasan masing-masing orang. Acaranya sih mulai persis jam tiga. Tapi kita baru sampe lokasi sekitar jam enam. Wuih, sepanjang perempatan jalan di depan Bogor Trade Mal, udah disesaki sama puluhan orang. Macet abiz! Pemandangan penuh orang itu jelas gak kebayang sama gw, yang notabene, baru pertama kali dateng ke acara yang emang rutin diadakan setiap tahun itu. Acara yang dibuat dalam rangka perayaan Cap Go Meh oleh warga tionghoa yang beberapa hari kemarennya baru aja ngerayain imlek.

Begitu tuh kepadetan yang tampak dari depan gedung BTM. Karena arak-arakan barongsai yang ditunggu gak juga lewat, akhirnya kita jalan menuju vihara yang berada persis di sebelah Plaza Bogor. Dari vihara itulahlah, katanya, arak-arakan akan bermula. Tunggu punya tunggu, ampe jam delapan malem, tak satupun barongsai memperlihatkan batang hidungnya. Ada yang bilang, itu gara-gara hujan yang enggak juga turun. Yaah, gw sih gak tahu pasti kebenarannya, tapi…mungkin juga. Karena menjelang setengah sembilan, saat gerimis mulai mengundang (halah!), gak lama berselang, arak-arakan mulai kelihatan datang dari arah berlawanan. Ya, bukannya keluar dari dalam vihara seperti yang orang-orang kira, arak-arakan ini malah menuju ke vihara. Katanya lagi, sebenernya barongsai-barongsai itu udah keliling dari sebelum sore, artinya, arak-arakan yang baru aja nongol itu sebenernya udah mo pulang kandang alias berakhir. Whateva. Yang penting gw dan temen-temen masih bisa ngelihat...

Lampion naga disamping ini nih yang berada paling depan, memimpin bermacam-macam barongsai di belakangnya, yang didatangkan dari banyak vihara di berbagai daerah. Gak cuma barongsai, ada juga orang-orang yang mengusung…apa ya? Kayak tandu tapi yang di angkat itu, entah apa namanya, yang sepanjang perjalanan terus diayun-ayunkan.

Dan gak lama hujan turun makin deres. Rombongan arak-arakan makin semangat. Penontonnya, masih tak juga beranjak pulang. Puluhan orang masih berdesakan di sepanjang jalan, namun lebih merapat ke belakang untuk berlindung dari guyuran hujan. Kita sendiri, memilih melihat sambil berpayungan.
Bergantian, bermacam barongsai lewat, Menari-nari. Diikuti barisan warga tionghoa di belakangnya, anak-anak, remaja, orangtua (ada bulenya juga!). Beberapa kelihatan lelah, tapi tetep semangat tiada tara. Basah, tapi tetep sumringah.

Seru! Tapi, sebelum acara bener-bener berakhir, kita semua mutusin pulang. Udah malem bu…

Linckia Lova melaporkan dari jalan Surya Kencana, Bogor, Jawa Barat.

(Halah!!)